IKLAN DAN BALIHO

Iklan merupakan salah satu  media komunikasi pemasaran yang kerap digunakan dalam aktivitas ekonomi dalam upaya mengenalkan produk kepada konsumen. Situasi pasar yang kompetitif menjadikan tidak ada suatu bisnis yangmampu bertahan lama tanpa didukung oleh bauran komunikasi pemasaran semisal iklan yang efektif dan efisien. Iklan sebagai salah satu sarana pemasaran produk barang atau jasa harus mampu tampil menarik dan persuasif (Jefkins, 1997:15). Tentu ketika kita melihat semakin bertambahnya jumlah penduduk maka tidak mungkin pula semakin besarnya kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi suatu konsekuensi bagi para produsen yang hadir dalam upaya menjawab pemenuhan kebutuhan masyarakat melihat hadirnya persaingan diantara berbagai perusahaan terkait. Salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumen terkait produknya melalui aktivitas periklanan.

Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu. Definisi pemasaran menurut Kotler (2002, 10) pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan barang dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.

Secara umum, tujuan sistem pemasaran adalah memaksimumkan konsumsi, memaksimumkan utilitas (kepuasan) konsumsi, memaksimumkan pilihan, memaksimumkan mutu hidup, serta meningkatkan kualitas, kuantitas, ketersediaan, harga dan lingkungan.

Komunikasi pemasaran merupakan suatu dialog yang berkesinambungan antara pembeli dan penjual dalam suatu segmen pasar (Delozier, 1976:168). Hal ini menekankan informasi kedua arah dan persuasi yang menunjang proses pemasaran agar berfungsi secara lebih efektif dan efisien (Nickles, 1984:7). Kotler (1989, 40-46) menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran merupakan proses pengolahan, produksi, dan penyampaian pesan-pesan melalui satu atau lebih saluran kepada kelompok khalayak sasaran, yang dilakukan secara berkesinambungan dan bersifat dua arah dengan tujuan menunjang efektivitas dan efisiensi pemasaran suatu produk.

Komunikasi pemasaran melalui kegiatan promosi periklanan merupakan salah satu strategi dalam memperkenalkan atau menjelaskan produk yang di pasarkan.Strategi yang sering dipergunakan dalam membidik pasar sasaran  adalah adanya pengelompokan pasar/segmen sebagai wilayah calon  pembeli/pemakai.

Iklan yang berarti pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media (Kasali, 1995:9). Iklan merupakan sarana komunikasi terhadap produk yang disampaikan melalui berbagai media dengan biaya pemrakarsa agar masyarakat tertarik untuk menyetujui dan mengikuti (Pujiyanto, 2001:3-4). Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasive sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan suatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan (Jefkins, 1997:18).

Berdasarkan konsep AIDA, promosi periklanan memerlukan pengetahuan yang memadai tentang pola perilaku, kebutuhan, dan segmen pasar. Konsep tersebut mengharapkan konsumen dapat melakukan pembelian berkesinambungan. Segala daya upaya iklan dengan gaya bahasa persuasif berusaha membuat konsumen untuk mengkonsumsi, yang tidak memperdulikan status sosialnya

periklanan sering kali diklasifikasikan dalam beberapa tipe besar, yaitu sebagai berikut :

 

  1. Periklanan Produk

Porsi utama pengeluaran periklanan umumnya dibelanjakan untuk produk, berupa presentasi dan promosi produk-produk baru, produk-produk yang ada maupun produk-produk hasil revisi.

2.Periklanan Eceran

Berlawanan dengan iklan produk, periklanan eceran bersifat lokal dan berfokus pada toko, tempat dimana beragam produk dapat dibeli atau dimana satu jasa dapat ditawarkan. Periklanan eceran memberikan tekanan pada harga, ketersediaan, lokasi dan jam-jam operasi.

3.Periklanan Korporasi

Kebanyakan periklanan korporasi dirancang untuk menciptakan citra menguntungkan bagi sebuah perusahaan dan produk-produknya. Fokus periklanan ini adalah membangun indentitas korporasi atau untuk mendapatkan dukungan publik terhadap sudut pandang organisasi.

4.Periklanan Bisnis ke Bisnis

Periklanan ini ditujukan kepada para pelaku industri, pedagang perantara (pedagang partai/pengecer), serta para profesional.

 

 

 

5.Periklanan Politik

Periklanan ini dirancang untuk tujuan politik, seringkali digunakan para politisi untuk membujuk orang agar memilih mereka atau pemerintah dalam rangka memperbaiki reputasi negara dan lain-lain.

6.Periklanan Direktori

Bentuk terbaik periklanan direktori yang dikenal adalah Yellow Pages, meskipun sekarang terdapat berbagai jenis direktori yang menjalankan fungsi serupa seperti yang banyak dilihat pada media internet. Pada umumnya orang melihat periklanan direktori untuk menemukan cara membeli sebuah produk atau jasa.

7.Periklanan Respon Langsung

Periklanan respon langsung melibatkan komunikasi dua arah di antara pengiklan dan konsumen. Periklanan ini menggunakan berbagai media seperti pos, televisi, koran, majalah dan konsumen dapat menanggapinya melalui pos, telepon, faks dan lain-lain.

8.Periklanan Pelayanan Masyarakat

Periklanan pelayanan masyarakat dirancang untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat.

9.Periklanan Advokasi

Periklanan advokasi berkaitan dengan penyebaran gagasan-gagasan dan klarifikasi isu sosial yang kontroversial dan menjadi kepentingan masyarakat, misalnya mengenai kontroversi alam dan lain-lain.

 

Adapun contoh yaitu Industri pasta gigi di Indonesia dikuasai oleh beberapa merek besar yaitu pepsodent, close up, formula, maxam, ciptadent, smile up, ritadent dan merek lainnya. Unilever menempatkan dua produknya, pepsodent dan close up dalam industri ini. Pepsodent masuk ke dalam segmen keluarga dan close up diperuntukkan bagi kalangan anak muda. Selama 5 tahun berturut-turut, Pepsodent mampu mempertahankan posisinya sebagai Top Brand pada Top Brand Award. index pasta gigi Pepsodent memang yang paling besar diantara merek pasta gigi lainnya namun index tersebut tidak stabil terutama bila melihat index Pepsodent tahun 2008 yang menurun 4,54% dari tahun 2007. Hal ini terkait dengan munculnya kabar pada waktu itu yang menyatakan bahwa pasta gigi Pepsodent mengandung formalin. Namun berkat tanggapan yang cepat serta upaya dari PT. Unilever, Tbk untuk memberikan penjelasan yang jujur dan terbuka tanpa menutup-nutupi bahwa Pepsodent dan produknya yang lain mengandung formaldehyde tetapi masih jauh dibawah ambang batas yang diperbolehkan membuat masalah ini tidak berkembang menjadi bola salju.

  1. Unilever, Tbk. melakukan beberapa bentuk komunikasi pemasaran yang unik dan menarik dalam upayanya menjalin komunikasi dan menawarkan produk kepada pelanggan dan calon pelanggannya, antara lain periklanan, promosi penjualan, publisitas, hubungan masyarakat dan sponsorshiphingga penjualan langsung. PT. Unilever. Tbk dengan merek Pespsodent selaku produsen pasta gigi membuat iklan layanan masyarakat versi sikat gigi merupakan iklan layanan masyarakat yang mempunyai inti pesan cara menyikat gigi dengan benar dan pesan mengenai pentingnya sikat gigi kepada konsumen dan masyarakat secara umum. Dari data yang ada menunjukkan iklan layanan masyarakat pepsodent versi gosok gigi mempunyai nilai 4,7 dari total nilai secara keseluruhan 5. Dengan demikian dapat dikatakan iklan layanan masyarakat pepsodent versi gosok gigi mempunyai nilai diatas rata-rata dilihat dari segi kaulitas iklan, manfaat penayangan iklan, bentuk sosialisasinya dan kesesuaian pesan yang disampaikan dengan iklan.

PT.unilever bisa mempertahankan tingkat penjualannya Karena mereka bisa memperkenalkan produknya kepada konsumen dengan iklan yang baik yang sesuai dengan criteria AIDA yang ada,ini mengidentifikasikan bahwa iklan adalah salah satu factor pemting dalam pemasaran sebuah produk.

2.3 Cara pembuatan iklan yang baik

Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Agar iklan berhasil meransang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah (1982:60) setidaknya harus memenuhi kriteria AIDA yaitu:

Attention          :           mengandung daya tarik

Interest            :           mengandung perhatian dan minat

Desire              :           memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki

Action              :           mengarah tindakan untuk membeli

Kotler & Amstrong (2001) mengemukakan bahwasanya daya tarik iklan(attention) harus mempunyai tiga sifat: Pertama iklan harus bermakna (meaningful), menunjukkan manfaat manfaat yang membuat produk lebih diinginkan atau lebih menarik bagi  konsumen. Kedua, pesan iklan harus dapat dipercaya (believable), konsumen percaya bahwa produk tersebut akan memberikan manfaat seperti yang dijanjikan dalam pesan iklan. Ketiga distinctive, bahwa pesan iklan lebih baik dibanding iklan merek pesaing. Assael (2002, 60) menjelaskan Interest yaitu munculnya minat beli konsumen tertarik terhadap objek yang dikenalkan oleh suatu pemasar. Desire yaitu tahap setelah merasa tertarik, timbul hasrat atau keinginan untuk memiliki objek produk tersebut. Dalam tahap ini khalayak telah mempunyai motivasi untuk memiliki produk iklan. Sampai pada tahap ini, anda telah berhasil menciptakan kebutuhan calon pembeli. Sejumlah calon pembeli sudah mulai goyah dan emosinya mulai tersentuh. Namun demikian timbul perlawanan dalam diri calon pembeli berupa keraguan, benarkah produk atau jasa yang bersangkutan memberikan sesuatu seperti yang dijanjikan iklannya?. Pengalaman pada masa lalu serta kebiasaan iklan yang menipu turut mempengaruhi keragu-raguan ini. Untuk menimbulkan rasa percaya pada calon pembeli, sebuah iklan dapat ditunjang dengan berbagai kegiatan peragaan seperti pembuktian, membagi bagikan contoh secara gratis, menyampaikan pandangan pandangan positif dari tokoh masyarakat terkemuka (testimonial) serta hasil pengujian oleh pihak ketiga misalnya dari departemen kesehatan, laboratorium swasta terkenal atau dari perguruan tinggi. Keputusan (decision) sangat baik bila mampu menciptakan keinginan untuk membeli, memiliki atau menikmati produk atau jasa yang diiklankan, namun juga perlu menciptakan iklan yang mampu memunculkan keyakinan bahwa memang layak untuk melakukan pembelian dan hal itu akan memberikan kepuasan sebagaiman yang mereka inginkan, tentu saja keputusan di sini mungkin dapat diraih dengan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang diiklankan. Pada tahap ini sikap sesungguhya khalayak terhadap produk iklan mulai terlihat. Di tahap ini juga konsumen mengambil keputusan untuk menyukai atau membenci hal tersebut.

Ralph S. Alexander dalam Jefkins (1997, 110) merumuskan denganAssociation Marketing Association (AMA), bahwa iklan menegaskan empat pokok batasan, yaitu :

 

  • Penyajian gagasan terhadap barang, yaitu suatu bentuk iklan yang ditampilkan berdasarkan konsep produknya.
  • Iklan ditujukan kepada khalayak, yaitu iklan dapat menjangkau masyarakat kelompok besar yang dipersempit menjadi kelompok pasar.
  • Iklan mempunyai sponsor yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas pemrakarsa perusahaan yang membiayainya.
  • Iklan dikenai biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan dan penayangan atas biaya perusahaan.

Untuk melakukan kegiatan periklanan, perusahaan mempunyai beberapa media umum yang telah banyak dipakai orang dalam mempromosikan produknya. Jenis media iklan tersebut meliputi (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, 2007) :

 

  1. Iklan media cetak: surat kabar, majalah, jurnal, tabloid dan lain-lain.
  2. Iklan media elektronik: televisi, radio (jingle dan sound)dan lain-lain.
  3. Iklan media online: internet atau website.
  4. Poster, papan reklame dan media ruang lainnya.
  5. Brosur, booklet, katalog dan lain-lain.
  6. Surat penawaran melalui direct mail.
  7. Pemberian sponsor dengan penekanan pada tujuan pemasaran dan periklanan.
  8. Bentuk-bentuk iklan khusus, seperti tas belanja, balon udara dan lain-lain.

Menurut Kotler (2002:601-603), tujuan periklanan dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu:

  1. Informative Advertising

Digunakan pada saat perusahaan memperkenalkan suatu produk baru, dimana tujuannya adalah membangun permintaan pokok atas kategori produk tersebut.Informative advertising juga menginformasikan pada pasar yang dituju mengenai penawaran perusahaan. Promosi yang bersifat informasi umumnya dilakukan pada tahap awal siklus kehidupan produk.

 

  1. Persuasive Advertising

Digunakan pada tahap persaingan dimana tujuannya membangun permintaan yang selektif akan merek produk. Iklan yang bersifat membujuk terutama diarahkan untuk mendorong pembelian. Iklan ini akan menjadi dominan jika produk tersebut mulai memasuki tahap pertumbuhan dalam siklus kehidupan produk. Di sini perusahaan dapat membangun preferensi merek, berusaha agar konsumen beralih ke merek perusahaan, mempersuasi konsumen agar membeli sekarang juga serta mengubah persepsi konsumen terhadap atribut produk.

  1. Reminder Advertising

Iklan yang bersifat mengingatkan ini dilakukan terutama untuk mempertahankan merek poduk di hati masyarakat, fungsinya untuk mengingatkan konsumen untuk menggunakan produk tersebut.

  1. Comparison Advertising

Pada jenis iklan ini, perusahaan berusaha untuk menciptakan superioritas merek dengan cara membandingkanya dengan merek lain dalam sebuah kelas produk. Dalam hal ini perusahan harus dapat membuktikan pernyataannya agar tidak dapat diserang balik oleh merek pesaingnya.

  1. Reinforcement Advertising

Iklan ini berusaha meyakinkan konsumen bahwa mereka mengambil pilihan yang tepat. Tujuannya adalah mendorong konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Iklan ini biasanya bersifat memberikan edukasi atau pendidikan kepada konsumen maupun pelanggan.

Maksud produsen terhadap tampilan produk yang dipublikasikan melalui periklanan, antara lain:

  1. Memperkenalkan identitas produk yang diinformasikan dan menjelaskan perbedaan produk dengan yang lain.
  2. Mengkomunikasikan konsep produk, yaitu manfaat dan kelebihannya dari segi fungsional, psikologis atau nilai pasar sasaran.
  3. Mengarahkan pemakaian produk baik yang lama atau yang baru kepada pasar sasaran.
  4. Memberitahukan tempat penjualan atau pembelian untuk merangsang distribusi yang lebih luas.
  5. Meningkatkan penjualan yang berarti pula produk meningkat.
  6. Membangun citra produk dan menjaga kemampuan posisi produk dalam pandangan pasar sasaran.
  7. Menghadapi dan mangatasi masalah saingan antar produk.

Tujuan iklan menurut Rhenald Kasali (1995, 159) biasanya dibangun atas empat komponen, yaitu: 1) Aspek perilaku, merupakan tindakan-tindakan yang diharapkan pada calon pembeli, 2) Sikap yang diharapkan, yang menyangkut sikap atau keistimewaan produk, 3) Kesadaran, dalam mengembangkan produk-produk baru di pasaran merebut calon pembeli, 4) Positioning, sasaran konsumen. Beberapa pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian periklanan dapat ditinjau dari media, proses, gaya komunikasi dan reaksi konsumen, yaitu:

  1. Media informasi: Iklan merupakan suatu media informasi produk yang disampaikan kepada konsumen.
  2. Proses iklan: Penyampaian informasi produk yang diprakarsai produsen untuk disampaikan melalui iklan ditujukan kepada konsumen sebagai penerima pesan.
  3. Komunikasi persuasif: Gaya bujuk rayunya (persuasi) yang diterapkan pada iklan mengakibatkan konsumen terbius masuk lingkaran konotasi positif terhadap produk yang diinformasikan.
  4. Reaksi Konsumen: Informasi yang jelas melalui iklan akan membuahkan reaksi atau tindakan hingga kesadaran untuk mengkonsumsi produk yang diinformasikan images (3)download (1)
Posted in Uncategorized | Leave a comment

“BROKER BERMODAL KECIL RAWAN TERSISIH”

JAWA POS

EKONOMI BISNIS

Jum’at 28 November 2014

 

Perusahaan sekuritas (broker) local harus bahu – membahu menghadapi pemberlakuan masyarakat ekonomi asean (MEA) 2015. Perusahaan perantara efek (saham) skala kecil yang masih mengandalkan fee transaksi investor ritel  berada pada posisi paling kritis dalam menghadapi gempuran perusahaan asing.

President and founder PT.Astronacci International Gema Goeryadi menyatakan, broker local harus sudah menyiapkan diri menyambut persaingan terbuka ketika MEA nanti.

Gejala ketatnya persaingan sebenarnya sudah terlihat. Gema menjelaskan sejak 2007 banyak perusahaan asing, terutama dari singapura dan Malaysia yang menggarap potensi pasar Indonesia di bidang pasar  modal. Khususnya pasar saham. Semestinya sector itu dapat dikerjakan perusahaan local.

Gema mengajak seluruh broker local bekerja sama membesarkan pasar modal Indonesia secara mandiri, terutama bagi Investor domestic dan para calon investor yang belum tergarap sebab, jika pasar Indonesia tidak menarik, lalu broker asing dengan platformnya mampu menawarkan investasi saham lebih menarik di bursa saham Negara lain, dana investor bisa sekejap pindah,

Regulator, terutama BEI dan OJK berperan meningkatkan pasar saham Indonesia menjadi lebih menarik, terutama bagi investor ritel. Salah satu yang dinilai para brokerharus diperbaiki adalah fraksi harga saham terbaru yang saat ini lebih tipis. Akibatnya, para trader sulit melakukan transaksi harian.

IMG-20150106-WA0002

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ETIKA DAN PEKERJA

  • Office_Lens_20141006_001848_processed[1]Pendahuluan

Salah satu elemen penting dalam dunia usaha adalah masalah ketenaga-kerjaan, karena tenaga kerja adalah penggerak sektor usaha yang memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya dan pekerja adalah salah satu sumber daya terpenting bagi perusahaan. Kita dapat berkaca dari negara China, dimana China sebagai pesaing Indonesia pada awalnya unggul di bidang tenaga kerja murah karena membenkan upah buruh jauh di bawah upah buruh yang berlaku di Indonesia, namun belakangan ini justru secara umum berada di atas Indonesia. Biaya operasional di China relatif rendah bukan semata-mata karena rendahnya upah buruh, melainkan karena adanya upaya meningkatkan efisiensi dan produktifitas, atau Korea Selatan yang tidak mempunyai sumberdaya alam yang memadai, namun pendapatan perkapitanya bisa mencapai 20.000 dollar AS, berkat ketrampilan pekerjanya.

Sejak awal abad ke-20, masalah ketenagakerjaan mendapatkan perha-tian yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, karena manusia sudah tidak dipandang lagi sebagai barang dagangan, tetapi sebagai makhluk yang mempunyai harga diri dan keinginan. Munculnya perhatian tersebut diantaranya dipicu karena berkembangnya manajemen ilmiah yang mengulas tentang tenaga kerja, kemajuan serikat-serikat pekerja serta campur tangan peme-rintah dalam rnendorong pengusaha untuk memperhatikan soal ketenaga­kerjaan.

Seringkali terjadi rnasalah-masalah dalam ketenagakerjaan, dan hal tersebut harus dapat diatasi secara baik karena dalam dunia usaha antara pengusaha dan pekerja merupakan mitra yang saling membutuhkan. Sudah banyak sekali contohnya terdapat konflik antara manajemen dan pekerja (terutama pekerja pabrik) yang menyebabkan terhentinya proses produksi karena pekerja melakukan demo untuk menuntut upah dapat dijadikan salah satu contohnya. Atau aksi-aksi yang dilakukan oleh mantan pegawai PT Dirgantara Indonesia yang tidak juga dibayarkan pesangonnya. Belum lagi permasalahan mengenai sistem perekrutan tenaga kerja yang sekarang ini bisa memakai sistem kontrak atau dengan penggunaan outsourcing.

Namun yang akan dibahas di sini tentu saja bukan hanya pekerja dalam arti buruh saja, namun pekerja dalam arti yang lebih luas, yaitu anggota perusahaan/organisasi itu sendiri. Kemungkinan perusahaan menutup perusahaan (lock out) karena ini memang merupakan hak dari pengusaha untuk menghentikan sebagian atau seluruh kegiatan perusahaan sebagai akibat penyelesaian perselisihan industrial yang tidak mencapai kesepakatan, supaya pekerja tidak mengajukan tuntutan yang melampaui kewenangan perusahaan.

Dalam hal ini pemerintah pada tahun 2004 telah mengesahkan UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (“UUPPHI”).

Adapun yang dimaksud dengan perselisihan hubungan industrial adalah segala perselisihan yang meliputi:

  • Perselisihan hak;
  • Perselisihan kepentingan,
  • Perselisihan PHK, dan
  • Perselisihan antar Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam satu perusahaan. Perusahaan beroperasi didasarkan atas asas tidak diskriminasi, menghormati hak asasi manusia dan kebebasan individu.

 

  • Hak-hak Pekerja

Di era yang semakin mengglobal ini, perusahaan semakin menyadari bahwa penghargaan dan jaminan atas hak karyawan merupakan faktor yang menentukan kelangsungan dan keberhasilan bisnis suatu perusahaan.

Hak pekerja itu dapat berupa:

  1. Hak atas upah yang adil dan layak, adil di sini bukan berarti pekerja mendapat upah yang merata semuanya, namun juga didasarkan pada tingkat pengalaman kerja, lamanya bekerja, tingkat pendidikan, serta perusahaan/organisasi harus   mematuhi   upah   minimum   yang   telah ditetapkan oleh pemerintah. Layak berarti besarnya upah tidak boleh di bawah upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah (UMR).
  2. Hak atas kesejahteraan, perusahaan diwajibkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawannya seperti pemberian tunjangan hari raya, pendidikan dan pelatihan kerja, atau pemberian cuti hamil dan melahirkan.
  3. Hak untuk berserikat dan berkumpul, para pekerja selayaknya disediakan wadah untuk menampung aspirasi   mereka,   untuk memperjuangkan kepentingannya.
  4. Hak untuk mendapat perlindungan dan jaminan kesehatan. Setiap perusahaan/organisasi wajib menyediakan jaminan kesehatan dan melindungi setiap pekerjanya, terutama untuk perusahaan yang meigandun? Risiko cukup tinggi. Upaya perusahaan dapat berupa penyediaan masker dan helm pelindung, memelihara lingkungan tempat kerja, penyediaan alat pemadam kebakaran serta memberikan jaminan asuransi kesehatan.
  5. Hak untuk diproses hukum secara sah dan PHK tanpa sebab. Proseshukum secara sah diberlakukan pada pegawai/pekerja yang dianggap melakukan pelanggaran, maka dia berhak untuk diberi kesempatan untuk membuktikan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemu- tusan hubungan kerja (PHK) merupakan putusnya hubungan kerja karena dipandang sudah tidak mampu lagi memberikan produktivitas kerja lagi atau karena kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan lagi sehingga hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha berakhir. Perusahaan tidak boleh mem-PHK karyawannya tanpa sebab yang jelas.
  6. Hak atas rahasia pribadi, merupakan hak individu untuk menentukan seberapa banyak informasi mengenai dirinya yang boleh diungkapkan kepada pihak lain, artinya pekerja dijamin haknya untuk tidak mengungkapkan sesuatu yang dianggap sangat pribadi, namun dengan catatan tidak membahayakan kepentingan orang lain.

Sebaliknya karyawan juga mempunyai kewajiban terhadap perusa­haan, yang berupa:

  • Kewajiban Ketaatan, karyawan harus taat kepada atasannya, karena ada ikatan kerja antara keduanya. Namun tentunya taat di sini bukan berarti harus selalu mematuhi semua perintah atasan, jika perintah tersebut dianggap tidak bermoral dan tidak wajar, maka pekerja tidak wajib mematuhinya.
  • Kewajiban Konfidensialitas, kewajiban untuk menyimpan informasi yang bersifat rahasia, karena berkaitan dengan profesinya. Perusahaan sangat keberatan jika informasi rahasia jatuh ke pihak lain khususnya pesaing.
  • Kewajiban Loyalitas, karyawan harus mendukung dan merealisasikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan kepentingan perusahaan.

 

  • 3 Etika Kerja

Etika kerja merupakan rumusan penerapan nilai-nilai etika yang berlaku di lingkungannya, dengan tnjnan untuk mengatur tata krama aktivitas para karyawannya agar mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang maksimal. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karya­wannya sebagai satu kesatuan dalam lingkungannya, etika kerja menyangkut hubungan kerja antara perusahaan dan karyawannya, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.

Terdapat tiga faktor utama yang memungkinkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan, yaitu:

  • Terciptanya budaya perusahaan secara baik.
  • Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya.
  • Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai.

Terdapat beberapa hal yang bisa mendorong pekerja berperilaku etis dalam pekerjaannya, yaitu:

  • Komunikasi yang baik, karena tanpa memperhatikan dimana kita berada saat ini dalam hirarki manajemen, kita tidak dapt membuat komunikasi yang efektif.
  • Ketentuan/standar.

Dengan menggunakan etika bisnis sebagai dasar berperilaku dalam bekerja, baik digunakan oleh manajemen maupun oleh semua anggota organisasi, maka perusahaan akan mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM yang berkualitas adalah yang memiliki kesehatan moral dan mental, punya semangat dalam meningkatkan kualitas kerja di segala bidang, mampu beradaptasi dan memiliki kreativitas tinggi, ulet dan pantang menyerah, serta berorientasi pada produktivitas kerja.

Untuk memiliki SDM yang berkualitas, diperlukan adanya pemberdayaan karyawan seoptimal mungkin, dengan menciptakan lingkungan kerja dimana orang-orang merasa dihargai. Pemberdayaan karyawan yang terintegrasi dengan etika bisnis diharapkan akan menimbulkan rasa percaya antara manajer dengan karyawan atau antara atasan dan bawahan, setiap karyawan akan melakukan setiap pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab dan jujur, karena mereka sudah berpatok dengan “kode etik” yang telah ditetapkan perusahaan.

Di sini terlihat jelas bahwa komunikasi antar pegawai ataupun komunikasi atasan dan bawahan memegang peran agar iklim etika dapat tercapai.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lee dan Yosmnara (1997) bahwa terdapat 3 alasan yang mendorong mereka melakukan tindakan tidak etis dalam dunia bisnis, walaupun bertentangan dengan nilai pribadinya, yaitu:

  1. Untuk mencapai keuntungan perusahaan.
  2. Sudah berlaku umum di masyarakat.
  3. Karena keinginan atasan.

Ditambahkan dalam bukunya Dave Ulrich (1996) menyebutkan bahwa terdapat empat aspek untuk meraih keunggulan yang harus dilakukan oleh sumber daya manusia, yaitu:

  • Strategic partner (bagaimana manajemen mengelola SDM sehingga dapat menjadi rnitra);
  • Administratif expert (bagaimana  manajemen   menciptakan   efisiensi administrasi);
  • Employee champion (bagaimana manajemen dapat meningkatkan kontribusi karyawan); serta
  • Agent of change (bagaimana manajemen mendorong karyawannya untuk berubah).

Dengan demikian, kita dapat melihat, bagaimana atasan, atau manajer dapat mendorong karyawannya untuk berubah, sesuai pola yang diterapkan oleh perusahaan. Sesuatu yang harus kita bawahi adalah peran top management sangat mempengaruhi perilaku etis bawahannya.

Cara untuk membangun lingkungan etis adalah dengan memulainya di tahap puncak, para atasan harus mengatur pola, menandakan bahwa tingkah laku etis akan mendapat dukungan dan tingkah laku tidak etis tidak akan ditolelir. Para manajer yang mempunyai kedudukan atau posisi yang memungkinkan mereka untuk dapat mendidik, membina dan mempengaruhi banyak orang dalam perusahaan atau organisasi, sehingga top management mempunyai tanggungjawab atas pengambilan keputusan dan implemen-tasinya.

Peranan top management di sini akan mengarahkan pilihan perusahaan untuk beretika atau tidak. Top management memegang peran kunci untuk membentuk perilaku berbisnis karyawan yang berorientasikan pada etika bisnis.

Keberhasilan mansjemen dalam pemberdayaan karyawan sangat ditentukan oleh kesadaran para karyawan terhadap perlunya nilai-nilai kebenaran dan moral (nilai-nilai etika) sebagai landasan berperilaku dalam berbisnis. Pemberdayaan karyawan yang didasarkan pada etika bisnis merupakan langkah strategis untuk pengurangan biaya dalam jangka panjang, karena semua pekerjaan dilakukan didasarkan pada standar yang telah ditetapkan perusahaan, dan masing-masing karyawan sadar akan tanggungjawab yang diembannya.

Dari sinilah setidaknya kita sadar akan pentingnya penerapan etika dalam bisnis. Secara umum, ada beberapa cara yang dapat ditempuh manajemen untuk meningkatkan moral tenaga kerja, yaitu:

  1. Memberikan kompensasi/imbalan kepada tenaga kerja dalam porsi yang wajar dengan tidak memaksakan kemampuan perusahaan.
  2. Menciptakan kondisi kerja yang aman dan menyenangkan
  3. Meningkatkan spiritual pekerja
  4. Memperhatikan masa depan pekerja termasuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya.
  5. Mengkomunikasikan segala informasi secara jujur dan terbuka dengan pekerja.

Sesuatu yang bisa kita terapkan dalam etika bekerja adalah sistem reward and punishment agar pelaku bisnis punya batasan dalam perilaku-nya. Perumusan norma-norma ini harus dituangkan secara jelas dan hams transparan, paling tidak sebelum kesadaran dari hati nurani karyawan yang paling dalam muncul, sistem reward dan punishment serta promosi dan mutasi bisa menimbulkan keinginan untuk melakukan hal yang etis, karena ada imbalan yang akan kita dapat dan bila kita melanggar hukuman atau sanksi administratif menunggu kita. Hal ini bisa diterapkan saat awal kita mulai menegakkan dan mensosialisasikan pilar-pilar etika bisnis dalam sebuah organisasi, paling tidak kita sudah memulainya, daripada tidak samasekali.

Salah satu alat yang dapat digunakan perusahaan untuk menciptakan iklim beretika dalam perusahaan adalah dengan menciptakan kode etik. Kode etik berfungsi sebagai: Inspirasi dan panduan dalam bekerja, pencegahan dan disiplin, memelihara tanggung jawab, memelihara keharmonisan, memberikan dukungan. Sebagian besar perusahaan yang ingin mening­katkan perilaku etis mereka mengembangkan kode-kode etik untuk organisasi mereka.

Dengan kode etik perusahaan berharap setiap orang di dalam perusahaan memahami bahwa manajemen tingkat atas berpegang kepada perilaku etis dan mengharapkan para pegawainya juga berperilaku etis. Kode etik akan menentukan perilaku yang oleh para top management dianggap etis maupun tidak etis, dimana kode etik menyediakan seperangkat petunjuk tertulis untuk dijadikan pedoman buat masing-masing pegawai.

  • Prinsip Etis dalam Bekerja

Dalam bekerja setidaknya kita bisa mendasarkan pada prinsip dalam bekerja, yaitu:

  • Bekerja Dengan Ikhlas. Bekerja dengan ikhlas berarti bekerja dengan penuh kerelaan. Setiap pekerja harus menyadari bahwa pekerjaan yang dilaksanakannya adalah karena kemauannya sendiri, bukan paksaan. Pekerja akan melakukan pekerjaannya, dan tentu saja pihak perusahaan akan membayar apa yang telah menjadi kewajibannya kepada pekerja berupa upah atau gaji dengan tepat waktu.
  • Bekerja dengan Tekun dan Bertanggungjawab. Dengan ketekunan, serumit apapun jenis pekerjaannya, pasti akan terselesaikan dengan baik. Bertanggungjawab atas hasil kerja, tindakan dan keputusan yang dibuat. Pekerja yang bertanggungjawab akan melaksanakan tugasnya dengan bersungguh-sungguh, bertindak berdasarkan profesionalisme, serta patuh dan setia dalam melaksanakan tugas
  • Bekerja dengan Semangat dan Disiplin. Bersemangat berarti mempunyai dorongan .yang tinegi untuk senantiasa meningkatkan prestasi danbersedia menerima nasihat atau teguran. Disiplin berarti tertib dalam tindakan, patuh dan taat kepada peraturan dan undang-undang, dengan disiplin akan menjamin produktivitas kerja
  • Bekerja dengan Kejujuran dan Dapat Dipercaya, memenuhi janji dan secara tetap memenuhi patokan kejujuran, ketulusan hati atas segala tindakan dan pernyataan kita.
  • Berkemampuan dan Bijaksana, meningkatkan ketrampilan untuk diri sendiri maupun  untuk  orang  Iain, berupaya  menambah  luas  ilmu pengetahuan dan bertindak secara berhati-hati dengan terus belajar dan menggali ilmu kita, karena ilmu dan teknologi berkembang dengan begitu pesatnya. Bijaksana dalam arti terbuka dan responsif kepada perubahan, sanggup menerima dan memberi kritikan yang membangun, membuat pertimbangan yang teliti belum   memutuskan sesuatu tindakan, bersabar dalam menghadapi masalah dan  tenang  dalam menangani tekanan.
  • Bekerja dengan Berpasangan. Kita bekerja tentu saja tidak bisa sendiri, pasti memerlukan orang lain, maka itu kita bekerja wajib saling bantu, saling berdiskusi untuk menambah wawasan kita. Sifat kerjasama juga dapat mengeratkan hubungan antara anggota organisasi dan mewujudkan sinergi yang amat penting terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas.
  • Bekerja dengan Memperhatikan Kepentingan Umum, artinya kita mendukung peraturan hukum dan memenuhi tanggungjawab kita kepada masyarakat, kita tidak boleh merugikan kepentingan umum.

Masalah yang dapat timbul yang berhubungan dengan etika dalam bekerja yaitu berupa diskriminasi, konflik kepentingan dan penggunaan sumber-sumber perusahaan. Biasanya masalah yang timbul dalam ketenaga-kerjaan erat kaitannya dengan ketidakadilan. Persepsi pegawai mengenai keadilan ini nanti erat kaitannya dengan kepuasan kerja, kepercayaan pada manajemen dan tingkat perpindahan kerja.

Diskriminasi terjadi bila pekerja merasa diperlakukan tidak sama, misalkan karena perbedaan ras, etnis, agama, usia, status perkawinan atau jenis kelamin serta keanggotaan serikat buruh atau afiliasi politik. Diskriminasi dapat terjadi pada saat recruitment, seleksi, kenaikan pangkat, kondisi pekerjaan, pemutusan hubungan kerja. Contoh lain dari bentuk diskriminasi adalah pelecehan seksual yang dapat termasuk tindakan seksual yang tidak diinginkan, lelucon seksual, perlakuan tekanan untuk kepentingan seksual, anjuran seksual, dan rencana yang memaksakan dalam hal seksual. Pelecehan seksual adalah suatu tindakan yang bersifat seksual dimana dapat memberikan kondisi kerja yang merugikan, termasuk:

  • Timbulnya suasana kerja yang mengancam, tidak bersahabat, memaksa;
  • Mempengaruhi kinerja dari seseorang; dan atau
  • Pembatasan dari kesempatan seseorang untuk memajukan karier.

Konflik Kepentingan. Suatu konflik atas kepentingan dapat timbul bila pekerja mempunyai, secara langsung maupun tidak langsung kepen­tingan pribadi di dalam mengambil suatu keputusan, dimana keputusan tersebut seharusnya diambil secara objektif, bebas dari keraguan dan demi kepentingan terbaik dari perusahaan. Konflik kepentingan muncul saat kepentingan pribadi pegawai mendorongnya melakukan tindakan yang mungkin bukan merupakan tindakan yang terbaik bagi perusahaan, dan tidak melulu selalu berkaitan dengan masalah uang.

Velasques (2005) menjelaskan bahwa konflik kepentingan tersebut bisa bersifat aktual atau potensial. Konflik kepentingan aktual terjadi saat seseorang melaksanakan kewajibannya dalam suatu cara yang mengganggu perusahaan dan melakukannya demi kepentingan pribadi. Sedangkan konflik kepentingan potensial terjadi saat seseorang, karena didorong oleh kepen­tingan pribadi, bertindak dalam suatu cara yang merugikan perusahaan.

Terdapat beberapa situasi konflik atas kepentingan, contohnya:

  • Segala konsultasi atau hubungan lain yang signifikan dengan, atau berkeinginan mengambil   andil  di  dalam pemasok,  pelanggan  atau kompetitor;
  • Segala kepentingan pribadi yang bertentangan dengan kepentingan perusahaan.
  • Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga atau teman pribadi, atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut;
  • Segala posisi dimana kita mempunyai pengaruh atau kontrol terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang mana masih keluarga atau teman pribadi;
  • Segala penggunaan pribadi  maupun  berbagi atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, berdasarkan atas informasi tersebut;
  • Segala penjualan pada atau pembelian dari perusahaan yang bersifat pribadi
  • Segala penerimaan dari keuntungan, selain hadiah atau hiburan sederhana, dari seseorang atau organisasi yang berhubungan atau akan berhubungan dagang dengan perusahaan.

Penggunaan sumber-sumber perusahaan adalah beberapa aktivitas mungkin akan memberikan keuntungan karyawan secara perorangan, yang tidak diketahui atau disetujui oleh atasan Anda.

Hal ini dapat berupa:

  • Pemakai atau menyalahgunakan milik perusahaan untuk pemakaian pribadi atau keuntungan pribadi;
  • Secara fisik mengubah atau merusak milik perusahaan tanpa izin yang sesuai;
  • Menghilangkan milik perusahaan atau memakai jasa layanan perusahaan tanpa persetujuan dari manajemen sebelumnya

 

  • Whistle Blowing

Kita dapat memberikan contoh salah satu tindakan yang dapat mendukung perilaku etis yaitu whistle blowing. Whistle blowing di sini adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang pekerja untuk memberitahukan kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan ataupun atasan secara pribadi kepada pihak lain, baik itu khalayak umum ataupun instansi atau atasan yang berkaitan langsung dengan yang melakukan kecurangan tersebut. Jadi tujuan whistle blowing di sini untuk memperbaiki atau mencegah suatu tindakan yang merugikan.

Namun perlu digarisbawahi di sini bahwa saat kita akan melaporkan kecurangan tersebut, kita harus benar-benar telah yakin dan harus berhati-hati dalam menyampaikan permasalahannya (harus didukung oleh fakta yang jelas dan benar), dan jangan menyebarkan masalah ini sekehendak hati kita, mengingat akan dampak yang ditimbulkannya.

Velasques (2005) menjelaskan bahwa seseorang memiliki kewajiban melakukan whistleblowing apabila:

  • Orang tersebut memiliki kewajiban untuk mencegah terjadinya pelanggaran, baik karena itu merupakan bagian dari tanggung jawab profesionalnya (seperti akuntan, pengacara atau yang lainnya) atau karena tidak ada orang lain yang mampu atau bersedia mencegahnya;
  • Pelanggaran tersebut bisa mengakibatkan kerugian serius terhadap kesejahteraan masyarakat, mengakibatkan ketidakadilan pada seseorang atau suatu kelompok, atau merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak moral seseorang atau banyak orang.

Ada dua macam whistle blowing, yaitu:

  • Whistle blowing internal. Ini terjadi dalam lingkup internal perusahaan, dimana yang melakukan kecurangan adalah individu di dalam perusa­ haan, kemudian dilaporkan ke atasan yang bersangkuton, karena tindakannya dapat merugikan perusahaan.
  • Whistle blowing eksternal, ini terjadi jika yang melakukan kecurangan adalah perusahaannya, dimana akibat yang ditimbulkannya berdampak negatif pada masyarakat, sehingga pekerja mengungkapkan kecurangan tersebut kepada khalayak umum. Secara umum ini merupakan indikasi mengenai adanya kegagalan serius dalam sistem komunikasi internal perusahaan, karena perusahaan tidak mempunyai kebijakan atau prosedur yang jelas yang memungkinkan pegawai menyampaikan pertimbangan-pertimbangan moral mereka di luar perintah yang standar. Velasques (2005) menyebutkan bahwa whistleblowing eksternal secara moral dibenarkan jika:
    1. Ada bukti yang jelas, kuat dan cukup komprehensif bahwa suatu organisasi melakukan aktivitas yang melanggar hukum atau ber-akibat serius pada pihak lain
    2. Usaha-usaha lain telah dilakukan untuk mencegahnya melalui whistleblowing internal dan gagal.
    3. Dapat dipastikan bahwa tindakan whistleblowing eksternal akan mampu mencegah kerugian tersebut.
    4. Pelanggaran tersebut cukup serius dan lebih buruk dibandingkan akibat tindakan whistleblowing pada diri seseorang, keluarganya, dan pihak-pihak lain.

Thomas Jhon dalam Linda Trevino berteori bahwa setiap isu etika mempunyai enam komponen moral yang menyumbang pada intensitas moral yaitu:

  • Magnitude of consequences, merupakan dampak dari kerugian-kerugian yang akan ditimbulkan terhadap korban/ahli waris.
  • Social consensus, tingkatan dari perjanjian sosial yang mengakibatkan suatu tindakan baik/buruk.
  • Probability of effect, kemungkinan bahwa tindakan-tindakan akan terjadi secara tepat dan akan menyebabkan kerugian.
  • Temporal immediacy, rentang waktu antara saat sekarang dan permulaan timbulnya konsekuensi-konsekuensi.
  • Proximity, perasaan dekatnya terhadap korban baik dari segi sosial, psikologi maupun fisik.
  • Concentration of effect, merupakan fungsi kebalikan dari sejumlah orang yang dipengaruhi oleh suatu tindakan.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PT SINAR SOSRO

Sejarah

Pembentukan perusahaan Sosro tidak lepas dari sejarah terciptanya Teh botol yang diciptakan oleh keluarga Sosrodjojo tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah. Tahun 1953, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan merambah ke ibukota Jakarta untuk memperkenalkan produk Teh Cap Botol yang sudah sangat terkenal di daerah Jawa Tengah. Perjalanan memperkenalkan produk Teh Cap Botol ini dimulai dengan melakukan strategi CICIP RASA (product sampling) ke beberapa pasar di kota Jakarta. Awalnya, datang ke pasar-pasar untuk memperkenalkan Teh Cap Botol dengan cara memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Setelah seduhan tersebut siap, teh tersebut dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar. Tetapi cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlampau lama sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu. Cara kedua, teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, tetapi dimasukkan kedalam panci-panci besar untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa, sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar. Hal ini disebabkan pada saat tersebut jalanan di kota Jakarta masih berlubang dan belum sebagus sekarang. Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor, dikemas kedalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak seperti cara sebelumnya. Pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual teh siap minum (ready to drink tea) dalam kemasan botol, dan pada tahun 1974 didirikan PT SINAR SOSRO.

VISI & MISI PT SINAR SOSRO

Ø  VISI :

Mengutamakan  agar produk-produknya dapat sampai pada konsumen dimanapun mereka berada

Ø  MISI :

Meningkatkan jaringan distribusi (baik Nasional atau Internasional) dengan memasarkan produk baru dibidang minuman.

FILOSOFI PT SINAR SOSRO

 “Apapun makannya, minumnya teh botol sosro” di munculkan. Slogan ini tidak saja mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan. Teh dalam kemasan botol yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum. Karena Teh Botol minuman untuk semua orang.

Dalam era globalisasi ini, pembangunan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Negara lain. Kerjasama Negara – Negara baik bilateral maupun multilateral semakin marak dan terus berkembang dari segala bidang. PT. Sinar Sosro adalah perusahaan yang mempromosikan minuman ringan dengan ciri khas teh asli. PT. Sinar Sosro mengembangkan produk minuman teh rasa asli yaitu Teh Botol Sosro. Karena produk teh ini merupakan salah satu produk yang menawarkan kualitas produknya dalam menarik minat beli konsumen, karena sebagai minuman teh tanpa bahan pengawet.
Dasar atau Filosofi PT. Sinar Sosro adalah Niat Baik yang di jabarkan dalam 3K dan RL yakni :

  • Peduli terhadap KUALITAS
  • Peduli terhadap KEAMANAN
  • Peduli terhadap KESEHATAN
  • Serta RAMAH LINGKUNGAN

Mayoritas Indonesia memiliki dataran tinggi cocok ditanami teh & itu semua sebagai  peluang bisnis industri minuman yang dikembangkan oleh anak negeri hingga saat ini maju dan pesat.  PT.SINAR SOSRO merupakan perusahaan pertama Indonesia dan di dunia yang berani mengolah dan menjual  teh dalam kemasan untuk dijual kepada masyarakat. Dengan Iklan “Apapun Makananya Minumnya Teh Botol Sosro”, telah merebut hati masyarakat. Produk – produk SOSRO berhasil menjangkau konsumen diseluruh pelosok propinsi di Indonesia.

STRATEGI

1.SOSRO ingin menjaga kualitas produknya dan selalu menjaga ketersediaan produknya dipasaran dengan bahan bakunya pun dari teh yang berkualitas pilihan.

2.Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan dengan diasajikan dingin.

Segmentasi Pasar :

Produk ini dijual pada semua kalangan dan lapisan masyarakat

Ø  Karakteristik Konsumen

  1. Demografi
  • Usia  :  Anak – anak (usia 9 sampai 12 tahun), Remaja (usia 13 sampai 18 tahun) dan Dewasa.
  • Jenis Kelamin   : Pria dan Wanita
  • Pekerjaan  : Semua orang yang mempunyai pekerjaan
  • Pendidikan  : Semua golongan masyarakat

Target Pasar :

Seluruh masyarakat Indonesia.

Place : Supermarket,  minimarket bahkan warung kecil dan gerobak.

Geografis : wilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruh wilayah Indonesia baik di kota – kota besar maupun daerah – daerah.

Produk

Produk yang telah diproduksi oleh PT Sinar Sosro antara lain Teh Botol Sosro, Teh Celup Sosro, Joy Green Tea, Fruit Tea, Happy Jus, Country Choice (Jus Buah), TEBS, S-Tee, dan Prim-A (Air Mineral)

Analisis Strength dan Weakness :

Strengths (Kekuatan)

  1. Bahan baku Teh SOSRO dipilih hanya dari pucuk daun Teh terpilih dan terbaik, yang dipetik dari perkebunan milik sendiri
  2. Harga yang cukup terjangkau
  3.  Adapun pengolahannya, dengan menggunakan mesin paling modern dari Jerman yang dilakukan untuk menghasilkan produk terbaik dengan standar kualitas terjaga.
  4. Quality control yang sangat diperhatikan dan dijaga baik dengan memperkerjakan staf ahli dibidangnya.
  5. Membantu Perekonomian Petani Indonesia.

Weaknesess (Kelemahan)

  1. Merasa menjadi brand yang lama sosro kurang gencar melakukan promosi baik iklan media visual maupun cetak.
  2. Sedikitnya varian produk sebab hanya berkutat pada produk minuman.
  3. Kemasan Produk yang kurang variatif sehingga membuat konsumen bosan.
  4. Terkadang tidak semua daun teh bisa terpakai

 

Kuesioner Internal Faktor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strengths)

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Bahan Baku pilihan

4

0.4

4

1,6

Harga Terjangkau

4

0.4

3

1,2

Operasional dgn mesin modern

3

0.3

2

0.6

QC oleh SDM berkompeten

3

0.2

3

         0,9

Bantu Ekonomi Petani Indonesia

TOTAL

2

13

0,2

1,5

1

13

0,3

4

 

Ukuran pembobotan :                                          Ukuran Rating Kekuatan:

•1 = Sedikit penting                                                     • 1 = Sedikit kuat

•2 = Agak penting                                                        • 2 = Agak kuat

•3 = Penting                                                                  • 3 = Kuat

•4 = Sangat penting                                                     • 4 = Sangat kuat

 

Kuesioner Internal Faktor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weaknessess)

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Kurangnya Promosi

4

0.4

-3

-1,2

Sedikitnya Produk

3

0.3

-3

-0.9

Kemasan tidak Variatif

3

0.3

-2

-0.6

Bahan Baku yang terjangkau

3

0.3

-2

-0.6

Total

13

1,3

-10

-3,3

Ukuran pembobotan :                                      Ukuran Rating Kekuatan :

•1 = Sedikit penting                                                     •-1 = Sedikit kuat

•2 = Agak penting                                                        •-2 = Agak kuat

•3 = Penting                                                                   •-3 = Kuat

•4 = Sangat penting                                                     •-4 = Sangat kuat

Analisis External PT.Sinar Sosro Opportunity (Peluang) & Threat (Hambatan):

 

Opportunity (Peluang):

 

1.Semakin banyaknya kesibukan maka semakin banyak orang menginginkan hal yang praktis.

2.Tingginya tingkat  kerusakan lingkungan atau global warming menyebabkan suhu panas jadi banyak yg butuh minuman segar…

3.Meningkatnya Maal,Hypermarket,& Supermarket di Indonesia dapat membantu penjualan the botol sosro.

4.Terdapat beberapa perusahaan fastfood,maupun restoran-restoran yang mau bekerja sama.

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor
banyak orang menginginkan 4 0,4 3 1,2
hal yang praktis.
global warming menyebabkan 4 0,4 4 1,6
suhu panas banyak yg
butuh minuman segar
Meningkatnya Maal bantu 3 0,3 3 1,9
penjualan
Terdapat perusahaan fastfood, 3 0,3 2 0,6
& restoran yang bekerja sama.
Total 14 1,4 12 5,3

Ukuran pembobotan :                                      Ukuran Rating Peluang :

•1 = SedikitPeluang                                                    •-1 = Sedikit Peluang

•2 = Agak Peluang                                                        •-2 = Agak Peluang

•3 = Peluang                                                                   •-3 = Peluang

•4 = SangatPeluang                                                     •-4 = SangatPeluang

 

 

Threat (Hambatan):

 

1.Kerusakan Lingkungan atau global warming dapat mengganggu produktifitas bahan baku.

2.Banyaknya perusahaan-perusahaan baru sama dan kreatif.

3.Medan tempuh terutama di wilayah pelosok Indonesia sulit sehingga terkadang mengganggu sistem distribusi.

4.Birokrasi pemerintah untuk export kurang mendukung.

5.Tingkat urbanisasi yang tinggi sehingga jumlah petani tehh semakin menurun.

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor
Banyaknya perusahaan 4 0,4 -4 -1,6
baru & kreatif.
Medan tempuh di pelosok sulit maka 3 0,3 -2 -0,6
mengganggu distirbusi
Birokrasi pemerintah utk export 3 0,3 -3 0,9
tidak mendukung
Banyak petani tehh pilih urbanisasi 3 0,3 -2 -0,6
Global warming menganggu 4 0,4 -3 -1,2
produksi bahan baku
Total 17 1,7 -14 4

 

Ukuran pembobotan :                                      Ukuran Rating Hambatan :

•1 = Sedikit  Hambatan                                                  •-1 = Sedikit Hambatan

•2 = Agak Hambatan                                                        •-2 = Agak Hambatan

•3 = Hambatan                                                                   •-3 = Hambatan

•4 = SangatHambatan                                                     •-4 = SangatHambatan

 

Tujuan:

Menjadi perusahaan penghasil minuman segar berkwalitas terbesar di wilayah Eropa,Asia.

 

ANALISA MATRIK SWOT

Berdasarkan hasil – hasil yang didapat dari analisis Internal dan Eksternal pada Tabel seperti dituliskan diatas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :

Skor Total Kekuatan     =  4
Skor Total Kelemahan  =  -3,3
Skor Total Peluang       =  5,3
Skor Total Ancaman     =  4

Dari hasil hitungan diatas, didalam perhitungan strateginya memerlukan penegasan dari adanya posisi dalam salib sumbu yaitu antara Kekuatan dan Kelemahan, maupun Peluang dan Ancaman yang kesemuanya digambarkan dalam garis garis Positif dan Negatif. Hal ini mengakibatkan, skor total Kekuatan  4  , skor total Kelemahan menjadi  -3,3 , sedangkan skor total Peluang yaitu 5,3 dan total skor Ancaman menjadi 4     .

Dari analisis tersebut di atas bahwasanya faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang sedikit lebih besar dari faktor ancaman. Oleh karena itu posisi PT. SINAR SOSRO berada pada kwadran  yang berarti pada  posisi PERTUMBUHAN, dimana hal ini menunjukkan kondisi intern PT.  yang KUAT, dengan lingkungan  yang  sedikit MENGANCAM.

Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

Koordinat  Analisis  Internal

(Skor  total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2 = (4-(-3,3) ) : 2 = 2,43

Koordinat  Analisis Eksternal

(Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2 = (5,3-4) : 2 = 0,65

Jadi  titik koordinatnya terletak  pada (2,43 & 0,65)

 

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini :

KUADRAN POSISI MATRIK LUAS MATRIK RANGKING PRIORITAS STRATEGI
I (4  ; -3,3) 13,2 4 Combination
II (5,3 ; 3.62) 19,19 1 Growth
III (4 ; 4) 16 2 Stability
IV (5,3 ; 2.51) 13,3 3 Rentrechment

Keterangan :

Pada kuadran I ( S O Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

Pada kuadran III ( W T Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.

Pada kuadran IV ( S T Strategi )  Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman

Strategi Bisnis Unit

Tahapan berikutnya adalah menentukan alternatif strategi bisnis unit berdasarkan letak posisi kuadran. berdasarkan pada diagram matrik swot diatas, PT. Sinar Sosro terletak pada posisi Kuadran I. Masing-masing jenis strategi perkembangan bisnis unit dapat digambarkan pada Diagram Matrik Strategi Umum berikut ini:

Posisi PT. Sinar Sosro terletak pada kuadran I dan menggunakan strategi umum Pengembangan Produk (Product  Development) yaitu Meningkatkan penjualan dengan cara memperbaiki atau mengembangkan produk-produk yang sudah ada. Penjelasan alternatif strategi yang dipilih adalah sebagai berikut :

 

Faktor Penentu Keberhasilan

Melakukan Promosi atau iklan yang sesuai dengan minat masyarakat  sekarang pada umumnya.

Output

Memasang iklan dengan ide kreatif muda agar teh Sosro tidak terlihat kuno dengan tampilan image yang fresh namun elegan dengan “karakter  Sosro” yang sudah tercipta.

Contohnya: Menggandeng Sherina Munaf sebagai Brand Ambassador Sosro sebagai bentuk perwujudan citra baru yg fresh bagi  the botol sosro.

OutCame

Meningkatkan volume penjualan pada Market Share

Impact

Citra perusahaan semakin baik dimata para pelanggan

Analisa Persaingan Sosro dengan Pesing Utama
4P Sosro Kotak Keterangan Action Plan
Produk Lebih Unggul Banyak Varian Pengenbangan Varian
produk dan ukuran yang sesuia dgn
minat masyarakat
Price Lebih Unggul Harga yang ditawarkan Penekanan Anggaran
Lebih Mahal Pengeluaran
Place Lebih Unggul Tersebar hampir di Menjalin kerja sama
pelosok Indonesia yang baik dgn RM.di daerah
dan menambah armada
Promotion Lebih Unggul Kurang gencar beriklan Membuat dan memasang
iklan di media elektronik dan
cetak

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERKEMBANGAN INTERNET

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.

Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.

Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.

Namun dibandung dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).

Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.

Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik).

Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.

Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakta), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Web Blog Mahasiswa Universitas Narotama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment